lidah tak bertulang

Tema : Menjaga Lisan
Pembicara : Ustadz Fariq Gazim Anuz
Tanggal : Februari 2008

Ikhwah fillah mari sejenak kita renungkan ayat berikut ini, dimana Alloh Subhaanahu wa ta'ala berfirman : yang artinya : "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” [Qaaf : 16-18].


Adakah yang dapat mengambil pelajaran daripadanya? Adakah yang menjamin bahwa lisannya selamat? Sudah siapkah kita dihadapan Alloh untuk mempertanggungjawabkannya? Dimanakah tuntunan Rosululloh terhadap nikmat lisan ini?

0 comments: